Maba Uncen dibekali penyelematan generasi muda dari pengaruh global dan narkoba

Mayor CHK Eka Yudha Kurniawan saat berikan materi
Pengaruh globalisasi terhadap generasi milenial kepada ratusan Maba Uncen 2019

Papuaunik, – Sebanyak 118 mahasiswa baru (Maba) Kampus Universitas Cenderawasih (Uncen) dibekali pengetahuan bahaya narkoba dan penyelematan generasi muda dari pengaruh global ketika menggelar perkemahan sabtu minggu (Persami) di Pantai Amai, Kabupaten Jayapura, Papua.

118 maba Uncen itu dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) itu didampingi oleh Ketua Panitia FMIPA Kevin Renaldo Ketjemay, Adi beatrik, Enggi, Agelin Pabani dan Duta Baca Provinsi Papua Michael Jhon Yarisetouw yang juga alumnus FMIPA Uncen.

Kegiatan itu digelar pada Jumat, Sabtu dan Minggu pekan lalu diawali dengan pemberian materi dengan judul ‘Pengaruh globalisasi terhadap generasi milenial’ oleh Mayor CHK Eka Yudha Kurniawan yang menjabat Pakumrem 172/PWY.

“Sebetulnya yang memberikan materi adalah Danrem 172/PWY Kolonel Inf J Binsar Parluhutan Sianipar, hanya karena beliau ada kesibukan, jadi saya diperintahkan untuk mewakili untuk memberikan materi kepada adi-adik sekalian,” katanya.

Menurut dia, Indonesia sangat kaya dengan sumber daya alamnya contohnya, pulau Kalimantan, yang kaya dengan batu bara, lalu pulau Papua yang banyak dengan tambang emas dan sebagainya. Sehingga diperlukan SDM yang baik untuk mengelolanya untuk mendatangkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

“Isilah kemerdekaan dengan prestasi. Pemuda adalah aset bangsa, dimana suatu bangsa di tentukan oleh generasi mudanya. Suatu negara bisa maju karena generasi muda yang memiliki budaya dan gemar membaca, kita bisa kelola SDA ini jika, kita paham dan tahu, sehingga bisa mendatangkan kesejahteraan,” kata Eka.

Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon ketika berikan materi tentang bahaya narkoba kepada ratusan Maba Uncen 2019

Sementara itu, materi bahaya narkoba yang dibawakan oleh Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon menjelaskan dampak hukum dari mengguna, menguasai atau memiliki barang haram tersebut.

“Ancaman hukuman terendah 5 tahun dan hukuman tertinggi seumur hidup. Perlu diketahui, dampak dari penggunaan narkotika bagi negara Indonesia mencapai hingga 70 persen yang ada pada usia produktif,” katanya.

Jika berbicara sebagai generasi muda, kata dia, harus lebih jeli melihat dan mendengarkan beragam informasi dan berita baik itu terkait narkoba, minuman keras hingga proxy war dan berita hoax.

“Berdasarkan hasil survei dari BNN, menyatakan bahwa 3,37 persen jiwa dari jumlah bangsa Indonesia adalah pengguna narkotika, dan pada 2019 naik menjadi 4,5 juta jiwa pengguna narkoba
.
Musuh dari luar sedang menyerang kita dengan cara pengaruh narkotika, yang merusak perekonomian nasional dan dunia,” katanya.

“Mari jaga Indonesia. Mari kita suarakan ini ke keluarga, saudara ke komunitas, jangan putus dikalian saja, supaya saudara saudara kita jangan sampai jadi korban,” katanya lagi.

Mantan Kapolres Mimika itu mengungkapkan cara menghindari narkoba diantarnya tingkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan rajin berdoa, jangan sekali-kali mencoba narkoba karena mencoba itu awal dari kehancuran.

“Miliki hobi yang aktif dan positif, perpikir jangka panjang, selektif dalam pergaulan dan dengar-dengaran kepada orang tua dan guru,” katanya mencontohkan.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 2