Kota Jayapura tuan rumah Pesparani Katolik I Provinsi Papua

FX Motte

Papuaunik,- Kota Jayapura, ibu kota Provinsi Papua jadi tuan rumah Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik I Provinsi Papua yang akan dilaksanakan pada bulan November 2019.

Demikian hal ini disampaikan olehKetua LP3K Provinsi Papua, FX Mote di Aula Maranatha Waena, Perumnas I, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, Sabtu pekan kemarin.

“Jadi, Berdasarkan Musyawarah Daerah II (Musda) dan Raker Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Suara Gerejani Katolik (LP3K) Provinsi Papua yang digelar pada 23-25 Agustus 2019 di Kota Jayapura, menetapkan dan memutuskan sejumlah hal diantaranya, Kota Jayapura merupakan tempat Pesparani pada November mendatang,” katanya.

Tema Pesparani Katolik I Provinsi Papua, “Hatiku siap, ya Allah, aku aku bernyanyi, aku mau bermazmur. Bangunlah, hai jiwaku” (MZM 108: 2).

Dengan Subtema “Dengan Pesparani I,  kita tingkatkan persaudarann Katolik di Papua demi gereja Yang hidup menuju Pupua bangkit, mandiri, sejahtera dan berkeadilan”

“Selain itu menetapkan mata lomba Pesparani Katolik I Provinsi Papua yaitu paduan suara dewasa campuran, paduan suara dewasa pria gregorian, paduan suara dewasa wanita, paduan suara anak, paduan suara OMK campuran, paduan suara gregorian remaja, menyanyikan mazmur kategori dewasa, cerdas cermat rohani kategori anak, cerdas cermat rohani kategori remaja,lomba tutur kitab suci,” kata Motte.

Sebelumnya saat pembukaan, Jumat (23/8) lalu Ketua Panitia Musda II dan Raker, Vinsen Lokobal menegaskan tujuan pelaksanaan Musda Il dan Raker Provinsi LP3K adalah perumusan dan penyusunan bersama buku statuta dan pedoman yang berkaitan dengan bidang kerja LP3K Provinsi dan LP3K Kabupaten Kota.

 “Dan akan semakin matangnya persiapan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (Pesparani) di tingkat Provinsi Papua dan tingkat Nasional II di Kupang, November 2019,”kata Ketua Panitia Musda II, Vinsen Lokobal dalam sambutannya.

Sementara Uskup Jayapura, Mgr Leo Laba Ladjar, OFM meminta LP3K melakukan persiapan Pesprani II dengan baik dan tak hanya sebagai acara seremonial biasa. Uskup Jayapura meminta umat katolik yang mewakili Pesparani dapat menyanyi dengan hati, sesuai iman Katolik. Bukan layak menyanyi dan ingin mendapatkan juara.

“Jika kita menyanyi tingkat provinsi atau nasional pasti ingin mendapatkan pujian kan? Nah, saya mohon kepada umat agar bisa menyanyi dengan dilandasi semangat yang kongkrit dalam kehidupan sehari-hari. Tak ada guna, jika kita menyanyi lagu rohani, tanpa membicarakan dengan injil dalam membangun iman gereja,”ujarnya.(Ian)
 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 4 = 3