Enam fakultas Uncen nilai sidang pleno pemilihan BEM dan MPM ilegal

Perwakilan enam fakultas yang menolak hasil sidan pleno pemilihan ketua BEM dan MPM Uncen terpilih Luki Siep dan Amos Kayame.

Papuaunik, – Sebanyak enam fakultas dari kampus Universitas Cenderawasih (Uncen) menilai sidang pleno pemilihan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) yang digelar pada Jumat (16/8) malam hingga Sabtu (17/8) dini hari ilegal.

“Karena tidak sesuai dengan AD/ART suatu organisasi, karena dari sembilan fakultas yang ada, hanya tiga fakultas yang hadir dan lakukan pemilihan secara aklamasi dan itu menurut kami ilegal,” kata Wakil Ketua BEM Fakultas Hukum Ricko Andarius Kobogau di Kota Jayapura, Papua, Minggu.

Ricko yang didampingi Wakil Ketua BEM dan DPMF Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Yohanis Indawani, Ketua BEM Fakultas Teknik (FT) Nipen Chol dan Ketua DPMF FT Mefrits Bintang Kogoya, perwakilan dari BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Salmon Kobogau dan Sebi perwakilan dari FMIPA Uncen.

“Kami minta kepada tim pelaksana agar sidang pemilihan itu diulang, karena kami sengaja tidak diundang. Hal ini akan kami sampaikan ke rektorat Uncen dan juga pihak berkepentingan bahwa telah terjadi aksi ilegal dalam organisasi resmi mahasiswa di Uncen,” katanya.

Jika hal ini tidak diindahkan, kata Ricko, pihaknya akan menggelar aksi penolakan terkait hasil dalam sidang pemilihan tersebut serta akan melakukan upaya hukum.

“Yah kami akan laporkan persoalan ini ke pihak berkompeten, atau mengambil upaya elegan,” kata Ricko.

Sementara itu, Mefrits Bintang Kogoya menegaskan bahwa sidang tersebut ilegal dan tidak sesuai dengan marwah organisasi didalam kampus.

“Kami perwakilan dari 6 fakultas tidak sepakat dengan proses-proses sidang yang dilakukan oleh teman-teman fakultas lain. Kami anggap itu ilegal karena stering comite dan pimpinan sidang mereka arahkan, itu tidak sesuai mekanisme dan aturan yang kami pakai di Kabesma Uncen dan aturan AD/RT itu tidak,” katanya.

Pada sidang pemilihan ketua BEM dan MPM Uncen yang hanya dihadiri oleh perwakilan dari tiga fakultas dari sembilan fakultas yang ada di kampus tertua di tanah Papua itu, yakni Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan Masyarakat dan FKIP.

Sementara enam fakultas yakni Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Keolaragaan, FISIP, FMIPA dan Fakultas Teknik tidak diundang dalam sidang tersebut.

Sidang itu secara aklamasi memilih Luki Siep sebagai Ketua BEM dan Amos Kayame sebagai Ketua MPM Uncen.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 + 1 =