Citibank edukasi literasi keuangan kepada pelajar SD YPK Ebenhaeser Kota Jayapura

Director Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki sedang mengajarkan leiterasi finansial kepada pelajar SD YPK Ebenhaeser Kota Jayapura, Papua.

Papuaunik, – Citi Indonesia (Citibank) menggandeng Prestasi Junior Indonesia (PJI) mengedukasi dan literasi finansial melalui program Digital Financial Literacy for Children kepada 200 pelajar SD YPK Ebenhaeser, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua.

Di bawah payung Citi Peka (Peduli dan Berkarya), program ini dilaksakana selama tiga hari, dimulai pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2019 sebagaimana rilis yang diterima redaksi Papuaunik.com

Chief Executive Officer Citi Indonesia Batara Sianturi mengatakan sebagai bank berskala global yang berlokasi di lebih dari 160 negara dan yurisdiksi, termasuk di Indonesia, Citi memiliki misi ‘enabling growth and economic progress’.

“Artinya, kami tidak hanya berkomitmen untuk menyediakan jasa dan layanan perbankan bagi nasabah kami, tetapi juga berusaha untuk memberikan manfaat serta dampak positif kepada masyarakat di Indonesia,” katanya.

“Sejalan dengan fokus bisnis kami, yaitu digitalisasi, kamipun menerapkan hal ini terhadap berbagai program kemasyakaratan yang kami jalankan, salah satunya adalah Digital Financial Literacy for Children,” sambung Batara.

Director Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki mengutarakan perhatian besar dari Citibank terkait betapa pentingnya memiliki wawasan dan pemahaman keuangan yang baik dan berkelanjutan sesuai dengan tahapan usia dan perkembangan anak hingga dewasa.

“Untuk mencapai kesejahteraan finansial, setiap individu perlu memiliki pemahaman yang memadai mengenai uang, membuat keputusan finansial yang cermat, dan mengelola uang dengan bijak sedari dini,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia, guna merayakan Hari Anak Nasional, Citibank dan PJI mengajak para pelejar di berbagai kota, termasuk di Kota Jayapura, Papua, untuk mulai belajar mengenai konsep dasar keuangan yang tepat dan bijak melalui sebuah pendekatan interaktif yang aman, komprehensif sekaligus menyenangkan bagi anak-anak.

“Tak hanya itu saja, kami juga mengajak orang tua dan guru untuk bersinergi membangun karakter dan budaya kelola uang pada anak, baik ketika di sekolah maupun guna diterapkan di rumah,” kata Elvera.

Digital Financial Literacy for Children merupakan program edukasi dan literasi finansial yang diinisasi oleh Citibank dan Prestasi Junior Indonesia dengan menargetkan siswa SD kelas 3,4 dan 5.

Menggunakan metode digital, yaitu melalui gawai, para siswa diberikan pengetahuan mengenai pentingnya menabung, memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, mengenali bermacam metode pembayaran yang tersedia di masyarakat, serta pengetahuan mengenai kewirausahaan tingkat dasar dengan cara pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.

Terdapat tiga modul kegiatan yang dapat diikuti oleh para siswa sesuai dengan tingkatannya, antara lain pertama tentang Keluarga Kami, kedua tentang Daerah Kami, dan ketiga tentang Kota Kami.

Data dari Money Management International menunjukkan bahwa anak-anak tingkat SD cenderung menggunakan uangnya untuk tujuan konsumtif dan bukan untuk keperluan masa depan.

Sebanyak 54 persen anak-anak usia di bawah sepuluh tahun menggunakan uang yang mereka miliki untuk memenuhi keinginan, sedangkan hanya 28 persen anak-anak pada usia tersebut yang memilih untuk menyimpan lebih banyak uangnya untuk ditabung.

Sementara itu berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan, Indeks Literasi Keuangan nasional masih rendah, berada di angka 29,7 persen dan untuk Provinsi Papua berada di angka 22,2 persen. Melihat kondisi tersebut, maka diperlukan peran berbagai pihak, termasuk orang tua dalam menstimulasi minat anak untuk mengelola keuanganyang tepat sejak dini.

Academic Advisor PJI Robert Gardiner menyampaikan usia anak-anak merupakan momen tumbuh kembang yang di dalamnya penting untuk ditanamkan nilai-nilai dasar dalam banyak hal, termasuk finansial.

“Dalam program ini, anak-anak belajar bahwa orang tua mereka perlu untuk bekerja atau berwirausaha guna memperoleh pendapatan. Oleh karenanya, mereka perlu cermat dalam mengelola uang saku yang diberikan dengan menabungkan sebagiannya dan membelanjakan sisanya untuk hal-hal yang dibutuhkan,” katanya.

Sejak tahun 2017, lanjut dia, Program Digital Financial Literacy for Children telah menjangkau lebih dari 8.000 murid dari 31 sekolah dasar di Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Denpasar.

“Kami berharap kemitraan antara PJI dan Citibank ini dapat memberikan manfaat kepada lebih banyak anak Indonesia, termasuk di Kota Jayapura, Papua, untuk memperoleh fondasi edukasi keuangan yang mumpuni demikebaikan masa depan mereka,” kata Robert.

Terkait kegiatan tersebut, Kepala SD YPK Ebenhaeser Nela Yohana Warwe S.Pd mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Citibank dan PJI yang mengenalkan tentang literasi keuangan kepada pelajar SD kelas 4, 5 dan 6.

“Edukasi ini sangat penting bagi kami anak-anak kami, sehingga kelak kedepannya mereka tahu dan paham dalam mengelola keuangannya seperti apa,” katanya. (Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 1