Hotel Grand Baliem Wamena hadir setelah sembilan tahun pembangunan

Tampak dalam Hotel Grand Baliem Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Papuaunik, – Hotel Grand Baliem Wamena, yang berada di ibukota Kabupaten Jayawijaya secara resmi beroperasi setelah sembilan tahun pembangunan.

Pengoperasian itu diawali dengan acara ‘soft opening’ hotel milik John Wempi Wetipo pada Senin (22/7) yang ditandai dengan pengguntingan pita oleh Sekda Jayawijaya, Yohanes Walilo mewakili pemerintah kabupaten setempat.

Kehadiran Hotel Grand Baliem memberikan daya tarik baru bagi kunjungan wisatawan ke kota yang dijuluki Lembah Baliem, sebagaimana rilis yang diterima Papuaunik.com.

Fasilitas yang ditawarkan setara hotel bintang tiga. Seperti memiliki fasilitas kolam renang, cafe, ruang rapat berkapasitas 120 orang, VIP Lounge, laundry, mini market, pelayanan dan keamanan 24 jam, antar jemput bandara gratis dan yang eksklusif karena terdapat bioskop yang tentunya tidak di miliki oleh hotel hotel lain yang ada di wilayah pegunungan bahkan di Papua.

Hotel ini terdiri dari empat lantai dengan 63 kamar yang terdiri dari 19 kamar tipe standar, 35 superior, 5 deluxe, 2 deluxe suite, dan 2 President Suite dengan harga kamar mulai Rp1,3 juta hingga Rp6 Juta untuk kamar Presiden Suite.

General Manager Hotel Grand Baliem, John Wempi Wetipo mengatakan, hotel itu dibangun sejak 2010 lalu namun karena berbagai kendala akhirnya baru bisa diresmikan pada Juli 2019.

“Bangunan hotel ini dibangun selama sembilan tahun. Sebelumnya, karena sibuk urus politik, namun karena politik sudah selesai, makanya hari ini baru kita bisa soft opening Hotel Grand Baliem Wamena,” ungka Wetipo sapaan akrab John Wempi Wetipo yang juga sebagai pemilik hotel.

Wetipo merupakan mantan Bupati Jayawijaya dua periode. Dimana pada pilkada Gubernur Papua 2018 lalu, menjadi salah satu kandidat calon gubernur berpasangan dengan Habel Melkias Suwae.

Menurut dia, kegiatan ‘soft opening’ itu juga untuk mendukung bidang pariwisata yang ada di daerah itu, apalagi dalam waktu dekat akan ada Festival Lembah Baliem yang akan dihelat dari 7 hingga 10 Agustus mendatang.

Sementara untuk ‘Grand Opening’, nanti akan digelar setelah pembangunan bioskop rampung dalam tiga atau empat bulan ke depan.

“Hotel ini sangat eksklusif, karena semua fasilitas yang ada untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para tamu. Seperti akses ke kamar itu memakai kartu, jadi kalau bukan tamu tidak bisa akses, juga tersedia lounge dan cafe, kolam renang, mini market, laundry. Termasuk areal parkir yang sangat memungkinkan,” jeas Wetipo.

Selain itu untuk fasilitas kamar, lanjut Wetipo, tempat tidur menggunakan king koil bed, terdapat tv, air panas, wifi gratis, juga mini bar.

Dengan hadirnya hotel Grand Baliem, menurut Wetipo, ini memberikan peluang bagi setiap orang yang datang berkunjung ke Wamena untuk mendapatkan fasilitas yang nyaman untuk menginap.

“Memang harganya cukup tinggi dibandingkan dengan hotel yang lain. Namun ini tentunya sesuai dengan fasilitas yang kami berikan. Namun kami juga bisa memberikan tempat nginap yang harganya terjangkau, sebab kami juga punya guess house Grand Baliem yang harga sewanya dari Rp500 ribu hingga Rp800 ribu. Inipun untuk kegiatan festival sudah full boking,” tutur Wetipo

“Saya berharap hotel ini bisa diurus dengan baik, terlebih memberikan kenyamanan bagi setiap tamu yang datang menginap,” harapnya.

Lanjut Wetipo, sebagai anak Papua dirinya merasa bangga sebab selama ini ada stigma bahwa orang Papua tidak mampu.

“Tapi ini saya mau tunjukkan bahwa kami juga mampu. Jadi buat bank itu, jangan lihat sebelah mata terhadap kami orang Papua dalam memberikan kredit atau pinjaman, tapi harus lihat secara utuh, bahwa kami juga mampu bersaing dengan yang lain,”tegasnya

Sebab orang Papua juga memiliki potensi untuk berkembang atau berwirausaha, namun terkendala modal.

Lebih jauh Wetipo mengaku, pada dasarnya masih ingin melanjutkan cita-citanya dalam berpolitik. Berwirausaha bukanalah tujuan akhir.

“Harapan saya sambil menyelam minum air toh. Saya sebenarnya masih ingin kerja politik. Yah, tujuannya agar orang tidak merendahkan atau meremehkan saya. Biar saya bisa tetap jalan dengan tegap. Jangan karena kita punya jabatan orang menghargai kita, tetapi setelah kita turun juga harus dihargai,”ujar Wetipo.

Sementara itu, Yohanes Walilo mewakili pemerintah Kabupaten Jayawijaya memberikan apresiasi atas diresmikannya Hotel Grand Baliem Wamena.

“Kami memberikan apresiasi yang luar biasa kepada bapak Wetipo dan semua staf yang ada di hotel ini. Karena dengan hadirnya hotel ini memberikan keindahan tersendiri di kabupaten ini bahwa ini salah satu hotel yang termewah yang ada disini dan secara tidak langsung membantu pemerintah dari sisi tata ruang kota, segi pariwisata dan lain sebagainya,” puji Walilo.

Menurut dia, ini adalah satu upaya yang dilakukan seorang anak Papua, putra asli Jayawijaya yang luarbiasa.

“Kita bangga mungkin baru ini di papua, orang papua yang punya hotel bintang tiga di papua,” ucapnya.

Walilo berharap, hotel itu bisa memberikan pelayanan maksimal dan kenyamanan bagi tsetiap dari luar maupun dari antar kabupaten yang ada di wilayah pegunungan.

“Pesan saya marilah memberikan pelayanan sebaikanya kepasa setiap tamu yang menginap, sehingga ketika mereka pulang memberikan kesan baik,” tutupnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 2 = 6