Korem 172/PWY gelar HUT ke-73 Persit

Ketua Persit Koorcabrem 172/PWY Ny Dewi J Binsar P Sianipar (tiga kanan) saat berikan keterangan pers.

Papuaunik, – Komando Rayon Militer (Korem) 172/Praja Wira Yakti (PWY) menggelar HUT Ke-73 Persit Kartika Chandra Kirana di aula makorem, Padang Bulan, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua.

HUT yang gelar pada Jumat sore pekan kemarin itu terlihat unik, karena semua ibu-ibu Persit yang hadir menggunakan pernak-pernik pakaian tradisional ala Papua.

Biasanya dalam acara tersebut digelar pemotongan tumpeng, tapi kali ini adalah makanan khas asal Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen yang disuguhkan.

Ketua Persit Koorcabrem 172/PWY Ny Dewi J Binsar P Sianipar didampingi Danrem 172/PWY Kolonel Inf J Binsar P Sianipar dan Kasrem Letkol Inf Akmil SM Yudha Darmawi memotong ‘kekefi’ yang biasanya disuguhkan dalam acara syukuran potong rambut di tengah warga Serui.

Kekefi atau makanan tradisional ala Serui itu diberikan kepada empat anggota Persit termuda dan tertua dilingkungan Korem 172/PWY diantaranya kepada Ny Rama, suami dari Kapten Inf Rama yang menjabat Sebagai Danramil Lereh.

Kolonel Inf J Binsar P Sianipar dalam sambutannya mengajak para tamu undangan untuk terlebih dahulu memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hanya atas rahmat dan ridhonya, semua pihak dapat berkumpul untuk menghadiri acara peringatan HUT ke-73 Persit Kartika Chandra Kirana yang diperingati tiap 4 April.

Yang mengusung tema peringatan HUT “Dengan dilandasi iman dan taqwa, Persit Kartika Chandra Kirana bertekad meningkatkan kesejahteraan anggota melalui pendidikan, kesehatan dan kepedulian sosial guna mendukung tugas suami”.

“Tema tersebut diharapkan dapat melandasi kiprah dan langkah Persit Kartika Chandra Kirana Koorcabrem 172/PWY agar terus dapat menciptakan keluarga prajurit yang lebih baik dan peduli terhadap kehidupan bermasyarakat, serta berguna dalam mendukung tugas pokok TNI AD

Menurut dia, mewujudkan keluarga yang harmonis dan sejahtera, adalah tugas kodrati yang melekat erat pada setiap ibu rumah tangga, terlebih bagi anggota Persit Kartika Chandra Kirana. Sekalipun tanggung jawab atas terwujudnya keluarga yang harmonis dan sejahtera tidak semata-mata ada di pundak ibu-ibu sekalian.

“Namun peran ibu-ibu dalam hal ini sangatlah penting. Saya meyakini, tidak ada prajurit yang sukses dalam karier dan tugasnya, tanpa didukung oleh ibu rumah tangga yang hebat serta tanpa didukung oleh rumah tangga yang harmonis dan sejahtera,” katanya

Untuk itu, bila ada perbedaan pendapat dalam kehidupan sehari-hari, kata dia, harus segera lakukan komunikasi yang baik, pasti ada solusi yang baik dan benar, agar terhindar dari bentuk kekerasan dalam rumah tangga maupun perceraian.

“Sebagai pendamping suami juga, ibu-ibu agar lebih kreatif dan mampu mengembangkan usaha sesuai dengan keahlian yang dimiliki. banyak jenis usaha yang bisa digeluti dan dikembangkan oleh ibu-ibu untuk membantu sektor ekonomi keluarga,” katanya.

“Saya juga perlu mengingatkan kembali, bahwa tugas anggota Persit Kartika Chandra kirana sebagai isteri prajurit yang utama dan paling utama adalah mengurus keluarga. Jangan sampai kegiatan Persit mengganggu keharmonisan rumah tangga,” katanya lagi.

Namun sebaliknya, pinta Danrem, kegiatan Persit harus dapat membawa manfaat positif, terutama untuk menjadikan suasana dilingkungan keluarga yang lebih nyaman dan damai.

“Pandai-pandailah membagi waktu antara tuntutan organisasi dan keluarga, agar tugas tersebut dapat dilaksanakan dengan baik dan seimbang, serta terwujud keluarga harmonis dan sejahtera di setiap rumah tangga prajurit TNI AD,” katanya.

Danrem mengapresiasi sikap cepat tanggap dari Persit Korem 172/PWY ketika terjadi banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura dengan menggelar aksi sosial untuk membantu keluarga prajurit, pegawai negeri sipil dan masyarakat umum yang memerlukan perhatian dan uluran tangan.

“Terima kasih untuk Persit Kartika Chandra Kirana koorcabrem 172/PWY yang turut membantu dengan membangun dapur umum bagi prajurit yang bertugas dilapangan sekaligus membantu para pengungsi selama proses penanggulangan bencana,” katanya.

Dia mengaku kagum dan bangga, karena Persit turut bersumbangsih dengan melakukan berbagai kegiatan bakti sosial, bantuan sosial, anjangsana serta bantuan kesehatan bagi masyarakat.

“Sebelum mengakhiri sambutan saya, pada kesempatan yang baik ini perlu saya ingatkan terus tentang pemilihan umum presiden dan legislatif 2019 yang akan menyelesaikan tahapan-tahapan kampaye terbuka dan memasuki tahapan minggu tenang,” katanya.

“Persit agar tidak golput dan ikut membantu pemerintah mendorong masyarakat luas menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani masing-masing. suksesnya pelaksanaan pemilu sangat menentukan kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. oleh sebab itu, mari kita jaga suasana aman dan kondusif agar pemilu berjalan tertib dan lancar,” ujarnya lagi. (Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *