Hati-hati ! Di Jayapura pelaku curanmor berkedok penjual bakso dan sayur keliling

16 unit motor berbagai merek dan jensi yang berhasil disita oleh polisi dari tangan kawanan pencuri motor berkedok penjual bakso dan sayur keliling di Kota dan Kabupaten Jayapura, Papua.

Papuaunik, – Hati-hati ! Demikian kata atau kalimat yang tepat digunakan untuk mengajak warga di Kota dan Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua agar waspada dengan kendaraan roda dua miliknya.

Hal ini dikarenakan, pada Sabtu pekan kemarin jajaran Polsek Abepura Kota berhasil menangkap dua orang tersangka kawanan pencuri kendaraan bermotor (curanmor) yang berkedok sebagai penjual bakso dan pedagang sayur keliling.

Paur Humas Polres Jayaprua Kota Iptu Yahya Rumra mengatakan dua orang yang berhasil ditangkap pada tempat berbeda yakni Muh Al Ashari (MAA) dan Yudi Purwanto (YP).

“Keduanya memiliki peran dan tugas yang berbeda. MAA bertugas mencuri dan PA yang menyimpan atau menadah motor curian untuk disimpan dan selanjutnya dijual dengan harga murah,” katanya.

MAA, kata dia, mengaku telah mencuri motor sebanyak dua kali bersama rekannya Eko di Abepura, Kota Jayapura dan di Sentani, Kabupaten Jayapura. Motor tersebut selanjutnya diberikan kepada PA untuk dijual.

“Dari tangan PA, polisi berhasil menyita 16 unit motor berbagai jenis dan merek yang disimpan di salah satu rumah di Koya Koso,” katanya.

Ia mengemukakan keberhasil jajaran Polsek Abepura Kota dalam membongkar kasus curanmor itu berdasarkan laporan polisi dari warga yang kehilangan motor, yang dibantu dengan informasi dari sejumlah pihak.

“Jadi para pelaku adalah penjual bakso keliling dan penjual sayur keliling .
Pada saat siang hari mereka keliling berjualan sambil menentukan target, nanti pada saat malam hari baru mereka beraksi (mencuri,red),” katanya.

Lebih lanjut Yahya menjelaskan bahwa masih ada tiga kawanana tersangka curanmor yang lagi dikejar oleh Tim Opsnal Reskrim Polsek Abepura Kota yakni Eko, Supri dan Ari.

“Menurut keterangan YP bahwa rersangka Eko telah menjual kurang lebih 50 hingga 80 unit sepeda motor di Distrik Bonggo dan Distrik Sarmi, Kabupaten Sarmi,” katanya.

Terkait masalah ini, Yahya meminta dan mengimbau agar masyarakat lebih waspada dengan kendaraan roda dua yang diparkir tanpa memikirkan faktor keamanan.

“Tentunya harus tetap waspada, berhati-hati saat parkir motor. Ingat, bahwa pencurian itu terjadi bukan lagi karena ada niatnya tapi kesempatan,” katanya. (Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

76 − = 74