Kapolda Papua ibadah diatas perahu bersama jemaat Kampung Yoboi

Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin bersama warga beribadah diatas perahu di Gereja GKI Maranatha Kampung Yoboi, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Papuaunik, – Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin beribadah diatas perahu bersama jemaat GKI Maranatha Kampung Yoboi, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu.

Mantan Kadiv Propam Mabes Polri itu didampingi oleh Dir Pol Airud Polda Papua Kombes Pol Yulius Bambang Karianto, Kabid Propam Kombes Pol Jannus P. Siregar dan Kapolres Jayapura AKBP Victor D. Mackbon.

Lalu, Wakapolres Jayapura, Kompol Iip Syarif Hidayat, Ka Markas Unit Danau Sentani Polda Papua Ipda Matius Again, Pdt. Dr. Uber dari Jerman dan Pdt Eike Tering, Kepala Kampung Yoboi, Sepanya Wally.

Uniknya dalam ibadah di jemaat GKI Maranatha Kampung Yoboi, mantan Kapolda Papua Barat itu bersama jemaat lainnya menggunakan perahu, karena air danau Sentani belum surut hingga kini.

Dalam sambutannya, dia mengatakan bencana banjir bandang yang terjadi pada pertengahan Maret lalu merupakan sebuah bencana yang di sebabkan oleh ulah manusia itu sendiri.

“Jadi, kita jangan saling menyalahkan. Saya pastikan bapak/ibu tidak sendiri dalam menghadapi bencana ini masih ada saudara-saudara kita yang lain bisa menolong baik itu yang ada di Kabupaten Jayapura maupun yang ada di luar kabupaten dan malah ada dari luar Provinsi Papua,” katanya.

Kedepan, kata dia, semua pihak harus ambil langkah-langkah, termasuk para tokoh-tokoh adat dan pemerintah kampung harus membuat peraturan adat yang mengatur tentang larangan menebang pohon sagu di pesisir danau Sentani, ataupun menebang pohon di Cagar Alam Cycloop dan tidak membuat perumahan di bantaran kali/sungai.

“Juga pembuatan pintu air dari danau Sentani menuju laut, sehingga apabila air danau meluap, kita bisa mengalirkan air ke laut sehingga masyarakat yang tinggal di pesisir danau tidak terkena dampak seperti saat ini,” katanya.

Pemerintah kampung dan tokoh-tokoh adat serta warga, Kapolda Sarankan, harus bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk membersihkan sampah-sampah yang memenuhi danau Sentani sehingga tidak menjadi sarang penyakit.

“Kami dari Polda Papua datang kesini untuk bertatap muka secara langsung dan melaksanakan ibadah bersama-sama sebagai wujud bahwa bapak/ibu tidak sendiri dalam menghadapi bencana ini,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa Polda Papua sudah melaksanakan aksi-aksi sosial, mulai dari hari pertama terjadinya banjir hingga sekarang dan hari ini membawa sedikit bantuan.

“Silahkan kepala Kampung mengaturnya untuk diserahkan kepada warga yang membutuhkan,” katanya.

Terkait dengan pelaksanaan pemilu pada 17 April 2019, jenderal bintang dua Polri itu mengemukakan bahwa Polda Papua memastikan semua berlangsung dalam keadaan aman dan damai, tidak boleh ada yang memaksa ataupun menghalang-halangi warga untuk memberikan hak suara dan hak politiknya.

“Selain itu, terkait dengan masalah prekrutan anggota kepolisian, kami harap dari Kampung Yoboi ada perwakilan untuk masuk menjadi anggota kepolisian. Sebagai mana dalam program bahwa di peroritaskan putra-putri Papua untuk menjadi anggota kepolisian agar mampu memberikan kontribusi yang baik di tempat tinggal masing-masing,” katanya. (Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *