Habelino Sawaki : pendamping kampung perlu perhatian

Habelino Sawaki

Sebagai calon anggota DPD RI, saya telah berkeliling Papua dan menyaksikan betapa mirisnya nasib para pendamping desa/kampung.

Mereka dituntut untuk melaksanakan tugasnya mendampingi masyarakat di kampung-kampung namun hak mereka untuk mendapatkan perhatian terkesan diabaikan.

Para pendamping ini kan isinya sebagian besar anak Papua. Mereka ini turun di kampung-kampung yang juga adalah orang asli Papua. Jadi mengapa mereka tidak kita perhatikan lebih sebagai bagian dari semangat otsus?

Marginalisasi yang sedang terjadi di Papua ini kan dialami oleh sebagian besar OAP yang justru tinggal di kampung-kampung. Jadi mustinya para pendamping ini dimaksimalkan sebagai ujung tombak pembangunan di kampung.

Pemerintah daerah baik provinsi dan kabupaten/kota harus bisa melihat para pendamping sebagai aset yang bisa digerakan sebagai suksesor pembangunan.

Mereka ini tinggal dikampung-kampung melakukan transfer wawasan, ide dan pemikiran serta skill kepada masyarakat. Mereka tidak hanya mendampingi dan mengawasi pemanfaatan dana desa tapi lebih dari itu mereka bisa jadi akselerator pembangunan.

Coba kita pikirkan, tunjangan mereka habis hanya untuk transportasi turun ke daerah dimana mereka ditugaskan. Mereka juga punya keluarga yang perlu mereka perhatikan.

Bagaimana mungkin kita ingin memberdayakan masyarakat tetapi para pendamping tidak kita berdayakan terlebih dahulu?

Karena itu, saya, Habelino Sawaki, SH., M.Si (HAN) calon anggota DPD RI nomor urut 24, ingin semua pihak mau melihat pendamping sebagai aset sekaligus strategi suksesor pembangunan.

Jika kita bisa memandang dengan cara itu, maka kita tidak akan hitung-hitung untuk memberikan tunjangan lebih kepada mereka. Lagi pula, mereka ini kan anak Papua, jadi harus diperhatikan sebagai bagian dari semangat otsus.

Salam hormat,
Habelino Sawaki, calon anggota DPD RI nomor urut 24, daerah pemilihan provinsi Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *