Tanri Abeng khawatir milenial Papua tidak terserap dalam pekerjaan

Begawan manajemen Indonesia, Tanri Abeng saat berikan keterangan pers di Kota Jayapura, Papua, Selasa (2/4)

Papuaunik, – “Saya khawatir milenial Papua yang lulus di perguruan tinggi tapi tidak tersalurkan dalam lapangan pekerjaan. Ini dia bisa memberontak,” demikian pendapat DR Tanri Abeng usai berikan kuliah umum di Auditorium Kampus Univesitas Cenderawasih (Uncen) Kota Jayapura, Selasa soal peluang kerja yang minim dan kompetensi yang kurang.

Mantan Menteri Pendayagunaan BUMN era Suharto dan BJ Habibie mengaku prihatin dengan persoalan yang ada, sehingga membuatnya ingin memberikan pencerahan, komunikasi dan ilmu usaha kepada para milenial Papua dalam kuliah umum tersebut.

“Apalagi kita masuk dalam modus demografik, artinya anak-anak milenial ini jadi tenaga produktif tapi tidak ada lapangan kerja. Apa tidak berbahaya? Ini bisa menjadi counterproduktif, mereka akan melawan itu yang saya khawatir,” katanya.

“Makanya saya katakan, kita meratakan peluang itu dan ciptakan pertumbuhan lapangan kerja. Itulah yang akan melahirkan yang saya katakan stabilitas permanen, tapi pemerintah harus punya komitmen untuk ini,” sambungnya.

Menurut Komisaris Utama PT Pertamina itu kebijakan politik ekonomi perlu ditata dan dimantapkan terlebih dahulu agar tercipta berbagai peluang usaha.

“Saya kira pemantapan kebijakan politik ekonomi yang perlu dilakukan dan diorganisir secara korporasi, secara bisnis. Peluang-peluang usaha dari kekayaan alam yang bisa dikelola perlu didata sehingga apa yang bisa dilakukan mulai terarah,” ujarnya.

Papua, kata dia, memiliki sumber daya alam yang luar biasa untuk dikelola dan dikembangkan serta diorganisir dalam bentuk korporasi-korporasi milik rakyat sendiri dan tidak saja dikuasi oleh asing.

“Dengan dikelola oleh korporasi lokal misalnya lewat badan usaha milik rakyat (BUMR) seperti koperasi ataupun usaha mikro lainnya, maka bukan tidak mungkin anak-anak Papua akan banyak terserap dan bekerja untuk membangun daerah,” katanya.

Keberadaan pria kelahiran Pulau Selayar, Sulawesi Selatan itu di Kota Jayapura untuk berikan kuliah umum dengan judul BUMN : Lembaga pelaku ekonomi negara dan politik ekonomi inklusif melalui BUMR.

Kuliah umum itu dihadiri oleh para milenial Papua dari Kampus Uncen Jayapura, IAIAN Fatthul Muluk Papua, ISBI Tanah Papua, USTJ Jayapura, STIKOM Muhammadiyah Jayapura, STIH Umel Mandiri dan Universitas Ottow Gesiler Papua. (Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 + 3 =