PLN Ingatkan Pelanggan Hindari Utang-Pencurian Listrik

Manager PT PLN Persero Unit Pelaksana, Pelayanan dan Pelanggan
(UP3) Jayapura, Papua, Salmon Kareth

Papuaunik,-PT PLN Persero Unit Pelaksana, Pelayanan dan Pelanggan (UP3) Jayapura, Papua meminta kepada pelanggan agar mengindari utang pembayaran listrik dan pencurian penyambungan listrik.

“Kami memohon kepada masyarakat agar kesadarannya untuk rekening listriknya,” kata Manager PT PLN Persero Unit Pelaksana, Pelayanan dan Pelanggan (UP3) Jayapura, Papua, Salmon Kareth di Jayapura, Rabu.

Listrik ini milik negara, kata dia, untuk itu semua pihak mempunyai tanggung jawab yang sama untuk bagimana wajib melaksanakan hak dan kewajiban.

“Pelanggan punya kewajiban kan memakai listrik tetapi harus selalu patuh, dalam artian bahwa membeli pulsa listrik atau membayar rekening listrik itu harus tepat waktu dan menghindari tunggakan,”

Selain tunggakan, lanjut dia, mencuri listrik atau menyambung langsung listrik tanpa meter dan identitas yang jelas.

“Itu kan satu waktu kalau ketahuan atau dari tim kita menemui ada kedangkalan atau ada masalah dilapangan, pasti akan dikenakan sangsi sesuai dengan ketentuan yang berlaku di perusahaan ini,” ujarnya.

Pencurian listrik ini mungkin saja yang bersangkutan tembak langsung dari pelanggan, maka yang bersangkutan akan membayar dua sampai tiga kali lipat.

Jika pelanggan resmi PLN itu dia memasang kekuatan daya listrik sebesar 1.300 wat, maka dia harus membayar sekitar Rp2.500.000 tetapi itu pun dibagi lagi.

“Kalau dari Rp2.500.000 itu, yang PLN punya kan sekitar Rp1.200.000, sisahnya untuk pihak ketiga yang memasang dan nomor sertifikat laik operasi (SLO) untuk menjadi jaminan,” katanya.

Lantaran, sebelumnya banyak orang yang menyambung listrik tanpa sepengetahuan PLN, namun kini tidak bisa, karena semua pelanggan wajib harus memiliki SLO.

“Yang mengeluarkan SLO ini bukan dari PLN, yang mengeluarkan itu pihak ketiga yang mendapatkan sertifikasi jaminan instalasi listrik dari Dirjen Kelistrikan,” ujarnya.

Untuk itu, menurut dia, pelanggan yang mau memasang listrik harus melalui jalur resmi, orang-orang yang memasang listrik itu harus benar-benar terkualifikasi dan memiliki sertifikasi.

“Sehingga mereka yang kerja listrik juga harus menjamin, supaya pada saat penyambungan listrik lain itu perlu ada pemeriksaan dulu, kelengkapan dari segi instalasi, sudah layak atau tidak, ada kekurangan atau tidak dari sisi SLO nya itu kan ada keterangan disitu,” katanya.

Ia menambahkan, PLN hanya memasukan listrik sesuai dengan keinginan pelanggan, apabila instalasi itu sudah siap. (MS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *