Ratusan Siswa Hadiri Peluncuran Program “aku saudagar muda”

Suasana pembukaan peluncuran “aku saudagar muda”

Papuaunik,- Sekitar dua ratusan siswa-siswi menghadiri peluncuran “aku saudagar muda” yang diluncurkan oleh Bank Negara Indonesia (BNI) Perwakilan Provinsi Papua bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Disdik) provinsi setempat, Selasa.

Wakil Pimpinan BNI Papua, Dwi Marjono di Jayapura, mengatakan peluncuran Program “aku saudagar muda” lebih pada memberikan pemahaman kewirausahaan kepada para siswa khususnya yang duduk bangku SMK. Momentum akbar ini difokuskan di SMK Negeri SMKN 5 Jayapura

“Ini merupakan sinergi antara Bank BNI selaku BUMN dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua, khususnya bidang SMK. Jadi kita memang selaku BUMN itu punya tanggung jawab juga, disamping sebagai satu inatitusi yang profit motif/lebih pada bidang ekonomi, juga mempunyai satu kewajiban terhadap lingkungan dalam hal ini masalah sumber daya manusia,” katanya.

Menurut dia, pihaknya juga berkewajiban untuk membantu perekonomian masyarakat terutama kaum milenial yakni anak-anak sekolah.

“Makanya ada banyak-banyak program dari kita seperti ada Bumdes, kredit Kur, salah satunya ini dengan pihak sekolah dan progam lainnya,” kata Dwi Marjono.

Mengapa dengan pihak sekolah, kata dia, karena mereka masih muda/kaum milenial. Kini, Bank BNI fokus pada kaum milenial. Pegawai BNI khususnya di Jayapura, 70 persen di antaranya kaum milenial.

Menurut dia, kaum milenial harus dipersiapkan, tetapi tidak bisa semuanya dipersiapkan pada sektor formal. Sektor formalnya sangat terbatas, maka sektor informal juga harus ditumbuhkembangkan, karena sektor informal itu merupakan penyelamat ekonomi bangsa, termasuk juga penyelamat masalah pengangguran dan lainnya.

Kepala Bidang SMK Disdik Papua, Yulianus Kuayo mengatakan, sebenarnya program itu merupakan konektivitas di antara pemerintah dengan BUMN, dan ini juga sebenarnya salah satu program yang diinstruksi oleh Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2015.

Merujuk dari Inpres itu, kata dia, maka bagimana Pemerintah dengan BUMN itu bersama-sama melihat pendidikan itu, yaitu bagimana pendidikan itu tidak hanya memiliki pengetahuan dan diluluskan tetapi harus dibarengi dengan skil/keterampilan.

“Maka program ini khususnya di Papua ini sangat membantu karena melalui program ini, nanti lulusan-lulusan SMK ini tidak sebatas mereka hanya membawa ijazah to tetapi nanti akan dibekali dengan keterampilan-keterampilan yang memang sesuai dengan potensi yang ada di Papua,” katanya.

Yulianus berharap program ini sangat bermanfaat dalam pengembangan ekonomi di Papua, dan juga sangat relevan dengan visinya Gubernur Papua Lukas Enembe.

“Anak-anak Papua sekarang harus mandiri. Mandirinya itu adalah mereka harus memiliki keterampilan, dan keahlian,” tambah dia. (Ms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *