Pembinaan sepak bola di Papua perlu perhatian pemerintah

Argapura Cup II (Istimewa)

Papuaunik, – Pembinaan sepak bola di ujung timur Indonesia perlu perhatian pemerintah pusat dan daerah sehingga talenta-talenta alami bisa dipoles dan terus mengharumkan nama Papua sebagai gudang atlit.

Demikian harapan itu dikemukakan oleh legenda hidup Persipura Jayapura Chirs Leo Yarangga ketika ditemui pada akhir pekan kemarin di Lapangan Argapura, Kota Jayapura, Papua.

“Butuh SDM yang baik untuk pembinaan ini, terutama perhatian dari pemerintah daerah dalam segi pembinaan pelatih, sekolah-sekolah sepak bola. Karena dari sekolah sepak bola munculah Todd Rivaldo Ferre,” katanya mencontohkan.

Jika pembinaan itu dilakukan secara berkesinambungan disemua lini, maka bukan tidak mungkin banyak pemain asal Papua bisa mengisi skuad timnas dari berbagai tingkatan umur.

“Rekan saya, Fachri Husaini pernah ke Jayapura dan menyampaikan bahwa anak-anak Papua memiliki talenta alami, tetapi tidak miliki jam terbang, sehingga perlu dipoles dengan latihan dan berbagai pertandingan,” katanya.

Mengenai belum ada striker asal Papua yang memiliki tendangan sepertinya semasa berjaya di sepak bola, Chris mengungkapkan bisa miliki tendang keras dan terukur karena kerja keras dan latihan tiap pagi, terutama displin dalam berbagai hal untuk membentuk sikap dan karakter diri.

“Dulu itu saya latihan dipinggir pantai. Ikat kaki pakai pemberat lalu lari, atau ikat dipinggang dan berlari. Upaya ini agar kaki kuat dan bisa berlari cepat,” kata si pemilik tendangan gledek.

Disinggung tentang kasus mafia sepak bola yang sedang diusut oleh pihak berwajib, Chris menyayangkan hal itu bisa terjadi.

“Ini tidak bagus dalam dunia sepak bola yah. Percuma kami kursus cari lisensi dengan waktu dan biaya yang mahal, tetapi pada akhirnya laga sudah dibeli dan skor sudah diatur. Semoga persoalan ini cepat selesai,” katanya dengan nada kecewa.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 + 9 =