Upaya Mengajak Masyarakat-Mahasiswa Ikut Pemilu

Suasana diskusi “Ngopi Jahe,” kedua antara Koalisi Kampus-Bawaslu Kota Jayapura bersama enam kampus di salah satu Kafe ternama di Jayapura, Sabtu (16/2) (Foto : Papuaunik/Ms)

Papuaunik- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Jayapura, Provinsi Papua bersama koalisi kampus menggelar diskusi secara berkala untuk mendorong masyarakat dan semua pihak terutama pemilih milenial/mahasiswa agar berpartisipasi sekaligus menyalurkan hak pilihnya pada Pemilihan legislatif dan presiden pada 2019.

Enam Kampus di Jayapura yakni Kampus Stisipol Silaspapare Jayapura, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Umel Mandiri Jayapura, dan Kampus IAIN Jayapura tergabung dalam koalisi kampus. Koalisi kampus ini dibentuk oleh Bawaslu Kota Jayapura, dengan lebih dahulu mendatangi enam kampus tersebut.

Koalisi Kampus-Bawaslu Kota Jayapura itu sepakat menjadwalkan diskusi secara berkala itu dihari yang dinilai pihak kampus tidak padat kuliah, sama sekali tidak ada perkuliahan di kampus, yakni tiap Sabtu.

Diskusi rutin itu dinamakan “Ngopi Jahe.” Momentum itu sebenarnya bermaksud untuk meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap Pemilu 2019. Tapi juga menjadi ajang untuk mengajak pemilih terutama pemilih milenial untuk ikut berpartisipasi sekaligus menyalurkan suaranya dalam pemilihan legislatif dan pemilihan presiden pada 17 April 2019.

Tak hanya diskusi, Koalisi Kampus dan Bawaslu Kota Jayapura bertekad membuat buku yang memuat sejumlah kegiatan-kegiatan yang tengah dilakukan sebelum pemilu.Rencananya, menerbitkan tiga buah buku.

“Diskusi ini terlaksana atas kerja sama dengan Bawaslu Kota Jayapura dengan koalisi kampus yang dibentuk Bawaslu Kota Jayapura dengan beberapa kampus di Jayapura,” kata Ketua Bawaslu Kota Jayapura Frans Rumsarwir di sela diskusi pertama di salah satu kafe ternama di Jayapura, Sabtu (9/2).

Frans mengatakan, pihaknya bersama Koalisi Kampus baru akan terus melaksanakan diskusi-diskusi itu hingga pelaksanaan pemilu.

Suasana diskusi “Ngopi Jahe,” pertama antara Koalisi Kampus-Bawaslu Kota Jayapura bersama mahsiswa di salah satu Kafe ternama di Jayapura, Sabtu (9/2) (Foto : Papuaunik/Ms)

Bahkan, Bawaslu Kota Jayapura bersama rekan-rekan Koalisi Kampus berencana akan membuat tiga buku tentang partisipasi masyarakat di Kota Jayapura pada pemilu kali ini.

Elvira Rumkabu, Sekretaris Koalisi Kampus menyatakan memang Bawaslu dan koalisi kampus mempunyai suatu kegiatan yang dinamakan “ngopi jahe”. Kegiatan “ngopi jahe” sebenarnya merupakan sebuah wadah diskusi antara koalisi kampus-Bawaslu dengan para mahasiswa.

“Jadi kita itu mau melihat bagaimana pandangan mahasiswa tentang pemilu, tentang pengalaman sebelumnya, apa yang mereka pikirkan tentang pemilu ke depan,” katanya.

Hal itu dilakukan karena ternyata tren di kalangan anak muda di Tanah Air banyak dibahas soal golongan putih (golput).

Untuk itu, Koalisi mau lihat bagaimana pandangan anak-anak muda di Kota Jayapura tentang pemilu, apakah mereka masih optimis atau apatis, lalu bagaimana mereka mengidentifikasi masalah-masalah yang mereka lihat sendiri berdasarkan pengalamannya..

Elvira berharap dengan diskusi ini ada rekomendasi yang akan dibuat untuk penyelenggara pemilu atau untuk masyarakat. Koalisi kampus-Bawaslu Kota Jayapura terdiri dari enam kampus.

Bentuk Posko Pemilu
Koalisi Kampus-Bawaslu Kota Jayapura, Papua segera membentuk posko pemilihan umum (pemilu) di kampus-kampus yang bertujuan untuk menyosialisasikan aturan-aturan tentang pemilu.

Pembentukan Posko itu lebih pada pengawasan pemilu. Pengawasan itu yang dituangkan dalam bentuk beberapa program di antaranya pembentukan posko pemilu kampus.

Pose bersama Koalisi Kampus-Bawaslu Kota Jayapura bersama mahsiswa setelah diskusi “Ngopi Jahe,” pertama di salah satu Kafe ternama di Jayapura, Sabtu (9/2) (Foto : Papuaunik/Ms)

Ada sembilan program besar yang kedepannya akan dilakukan secara bersama di antaranya seminar di kampus-kampus.Program selanjutnya, rencana membuat posko-posko di kampus. Posko itu dibuat dengan tujuan untuk menyosialisasikan aturan-aturan tentang pemilihan umum kepada mahasiswa.

Kebanyakan mahasiswa tidak memilih pada pemilu sebelumnya karena tidak memahami aturan pemilu, ada yang sudah memahami aturan pemilu tapi memang sama sekali mau memilih

Elvira mengatakan, sesuai rencana, posko itu akan dibentuk di enam kampus yang sudah tergabung dalam Koalisi Kampus pada Maret nanti.

Koalisi Kampus dan Bawaslu Kota Jayapura sedang mengupayakan pengesahan kerja sama secara resmi dan mengupayakan hal lainnya.Akan tetapi, sudah ada kerja sama secara praktis antara Bawaslu Kota Jayapura dan Koalisi enam kampus ini.

Koalisi Kampus-Bawaslu Kota Jayapura sedang merancang beberapa program yang intinya memotivasi masyarakat dan mahasiswa untuk memilih. Selain itu, ada pengawasan partisipatif dalam pemilihan umum yang melibatkan masyarakat umum secara aktif.

Hardin Halidin, Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kota Jayapura menyatakan pihaknya bersama Koalisi Kampus sudah menargetkan diskusi sebanyak 10 kali setiap Sabtu, hingga pelaksanaan pesta demokrasi nanti.(Ms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *