Dinkes Papua Tunggu Logistik DBD

Kepala Seksi Wabah dan Bencana Dinkes Papua Yamamoto Sasarari (Foto :Papuaunik/Ms)

Papuaunik- Dinas Kesehatan Provinsi Papua hingga kini masih menunggu pengiriman logistik demam berdarah dengue (DBD) berupa cairan malation dari Kementerian Kesehatan.

“Sampai sejauh ini kendala yang dialami oleh teman-teman adalah beberapa logistik berupa cairan malation sudah habis, stok sudah kosong,” kata Kepala Seksi Wabah dan Bencana Dinkes Papua Yamamoto Sasarari di Jayapura, Sabtu.

Yamamoto mengatakan, hingga kini pihaknya masih sementara menunggu pengiriman logistik itu dari Kementerian Kesehatan dan kemudian akan didistribusikan ke kabupaten/kota di Papua yang terserang DBD.

Yamamoto meminta,kabupaten/kota yang terserang DBD serius dalam melayani pasien menderita penyakit tersebut.

“Kami minta kepada kabupaten/kota di Papua agar memberikan pelayanan maksimal dan secara serius kepada penderita DBD,” katanya.

Lanjut dia, karena apapun juga tetap pihaknya mengembalikan tanggungjawab kepada mereka selaku pemilik wilayah untuk melakukan penanganan dan pelayanan kesehatan.

Jika didalam pelayanan itu ada hal-hal yang tidak bisa diselesaikan atau tidak bisa ditangani maka Dinas Kesehatan Provinsi maupun Kementerian Kesehatan akan mengambil alih yakni langsung turun ke kabupaten/kota yang terserang DBD.

“Hingga kini kita lihat memang tren kasus DBD -nya cukup tinggi namun untuk angka kematian belum menunjukkan sesuatu yang harus serius sekalipun kita lihat di Biak yang sudah dua orang meninggal karena DBD dan memang Biak yang menjadi perhatian,” katanya.

Dari laporan yang diterima oleh Dinkes Papua dari masing-masing kabupaten/kota yang terserang DBD yakni Kabupaten Biak Numfor tercatat 44 kasus DBD, Mimika sebanyak 20 kasus DBD, Kota Jayapura tercatat 22 kasus DBD, Asmat 11 kasus DBD, Kabupaten Jayapura satu kasus DBD.

Selanjutnya,Kabupaten Nabire delapan kasus DBD, Kabupaten Keerom tercatat empat kasus DBD dan Kabupaten Sarmi satu kasus DBD. (Ms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 2